Skip to main content

Posts

IBL All Indonesian 2024: Meningkatkan Potensi Pemain Lokal

IBL All Indonesian 2024 menjadi salah satu pencapaian penting dalam kalender basket Indonesia. Turnamen ini dirancang untuk menampilkan kemampuan pemain lokal tanpa kehadiran pemain asing, memberikan panggung eksklusif bagi para atlet Indonesia untuk unjuk gigi. Ajang ini tidak hanya memperkuat kompetisi dalam negeri tetapi juga mendorong pembentukan generasi baru atlet berbakat. Format Kompetisi Turnamen ini menggunakan format eksklusif pemain lokal dari semua tim IBL, memastikan setiap pemain mendapatkan kesempatan untuk bersinar. Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, menyebut inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pemain lokal sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi persaingan internasional. Kompetisi ini memberikan pengalaman berharga bagi para pemain dalam situasi permainan intens yang mengasah teknik, kerja sama tim, dan mental kompetitif. Pelita Jaya: Juara dengan Performa Gemilang Final turnamen berlangsung sengit di Hall Basket Senayan, de...
Recent posts

Timnas Basket Indonesia: Menatap Kebangkitan di Tengah Tantangan Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025

Timnas basket Indonesia menghadapi ujian berat dalam perjalanan menuju FIBA Asia Cup 2025. Kekalahan dari Thailand (71-112) dan Korea Selatan ( 78-86)  menempatkan Indonesia di posisi yang sulit dalam Grup A. Namun, perjuangan belum usai, dan tim masih memiliki kesempatan untuk bangkit. Performa dan Tantangan Di bawah asuhan pelatih Johannis Winar, Indonesia mengandalkan pemain bintang seperti Abraham Damar Grahita yang konsisten mencetak poin, termasuk 21 poin melawan Thailand. Sayangnya, absennya beberapa pemain kunci seperti Derrick Michael dan Marques Bolden menjadi tantangan signifikan. Kekuatan fisik lawan serta rendahnya akurasi tembakan (34,2% melawan Thailand) turut memengaruhi hasil pertandingan. Namun, pertandingan melawan Thailand juga memperlihatkan potensi pemain muda seperti Vincent Rivaldi Kosasih yang terus berkembang. Tim berupaya meningkatkan koordinasi di lapangan serta memperkuat pertahanan, yang menjadi kelemahan selama kualifikasi. Strategi dan Persiapan Sela...

Indonesia Kalah dari Thailand di Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025

  Tim basket Indonesia menghadapi tantangan berat dalam pertandingan kualifikasi FIBA Asia Cup 2025 melawan Thailand yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta. Pertandingan ini berakhir dengan skor 71-112, mencerminkan dominasi tim Thailand, terutama di paruh kedua pertandingan​. Jalannya Pertandingan Indonesia memulai dengan performa kompetitif di kuarter pertama, mencetak 21 poin. Namun, Thailand yang dipimpin oleh Freddie Lish (31 poin) dan Martin Breunig (24 poin), berhasil mengendalikan permainan dengan tembakan akurat dari luar garis tiga poin serta serangan cepat yang konsisten. Kuarter kedua hingga keempat menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Meskipun Abraham Damar Grahita tampil solid dengan mencetak 21 poin, tingkat akurasi tembakan Indonesia yang rendah (34,2%) dibandingkan Thailand (52%) menjadi salah satu faktor kekalahan​. Performa Pemain dan Strategi Tim Indonesia yang dilatih oleh Johannis Winar, masih mencari konsistensi permainan, terutama setelah adanya per...

Perjuangan Timnas Basket Indonesia di Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025

  Pada 21 November 2024, Timnas Basket Indonesia menghadapi Korea Selatan di Goyang Gymnasium dalam laga ketiga Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025. Meski tampil solid, perjuangan Garuda Muda harus terhenti dengan kekalahan 78-86 dari tuan rumah. Di kuarter pertama, Indonesia tertinggal, tetapi permainan apik di kuarter kedua membuat kedudukan imbang 40-40. Bahkan, di kuarter ketiga, pasukan asuhan Johannis Winar berhasil memimpin. Sayangnya, pada kuarter keempat, Korea Selatan menunjukkan dominasi mereka dengan serangan cepat dan pertahanan ketat, membuat Indonesia tak mampu mengejar. Penampilan Menonjol Anthony Beane Jr. menjadi bintang lapangan untuk Indonesia dengan mencetak 27 poin. Kontribusi besar lainnya datang dari Abraham Damar (15 poin) dan Brandon Jawato (13 poin). Sayangnya, ketidakhadiran Marques Bolden dan Derrick Michael Xzavierro, yang sibuk berkarier di Amerika Serikat, membuat daya serang tim sedikit melemah. Perjalanan Menuju Asia Cup 2025 Hasil ini menambah daftar k...

Permulaan Basket Indonesia di tahun 200-2005

Infrastruktur Terbatas : Pada awal dekade ini, infrastruktur untuk basket di Indonesia masih terbatas. Arena bermain yang memadai dan fasilitas pelatihan yang memadai tidak selalu tersedia, terutama di luar kota-kota besar. Hal ini membuat sulit bagi pemain untuk mengembangkan keterampilan mereka. Pada awal dekade 2000-an, basket di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan yang mempengaruhi pertumbuhannya. Salah satu masalah utama adalah kurangnya infrastruktur yang memadai untuk mendukung perkembangan olahraga ini. Fasilitas basket yang terbatas, seperti lapangan dan gymnasium, menjadi hambatan dalam melatih pemain dan menyelenggarakan pertandingan. Tantangan Pendanaan : Pendanaan menjadi masalah kunci. Klub-klub lokal, terutama yang berbasis di luar Jakarta, sering kesulitan mendapatkan dana yang cukup untuk mendukung operasi mereka. Pendanaan yang terbatas memengaruhi pengembangan pemain muda dan pelatihan yang berkualitas. Hal ini membuat sulit bagi basket Indonesia untuk bersaing d...

OLAHRAGA BASKET DI INDONESIA (2000-2023)

Logo Indonesia Basketball League Basketball telah menjadi olahraga yang dicintai di Indonesia selama bertahun-tahun, dan dekade pertama abad ke-21 ini tidak terkecuali. Periode ini menyaksikan perkembangan signifikan, pertumbuhan, dan tantangan bagi basket Indonesia. **2000-2005: Awal yang Menantang** Di awal dekade ini, basket Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk infrastruktur yang terbatas, pendanaan, dan pengakuan. Namun, cinta terhadap olahraga ini di antara masyarakat terus menjaga semangatnya tetap hidup. Klub-klub lokal dan sekolah terus membina bakat-bakat muda dan menjaga olahraga ini berkembang di tingkat dasar. Tim nasional, yang dikenal dengan nama "Garuda," bekerja keras untuk mewakili Indonesia di panggung internasional. Meskipun tim ini menghadapi persaingan sengit di Kejuaraan FIBA Asia, mereka berhasil mendapatkan pengalaman berharga dan belajar dari pesaing-pesaing internasional mereka. **2006-2008: Kesuksesan Nasional** Salah satu sorotan ...